Rabu, 23 November 2011

PARADIGMA SAKIT SEHAT

PARADIGMA SEHAT I. PENDAHULUAN Sejalan dengan pemahaman dan pengetahuan kita, konsep sehat dalam upaya penanganan kesehatan penduduk sudah mengalami banyak perubahan. Banyak negara berkembang termasuk Indonesia , sampai saat ini melakukan penanganan kesehatan masih berupa program-program konvensional yang masih menekankan pada pengembangan rumah sakit-rumah sakit, penanganan penyakit secara individual, spesialis, terutama penanganan peristiwa sakit secara episodik. Program kesehatan jangka panjang tidak menguntungkan karena akan berkumpul di tempat yang banyak uang yaitu kota-kota besar, dari segi ekonomi upaya kesehatan yang berorientasi kuratif bersifat konsumtif tidak produktif. II. PARADIGMA DAN KONSEP BARU TENTANG SEHAT Pengertian paradigma sehat menurut Stepen R Covey dalam bukunya : “The Seven Habits of Highly Effective People” The word Paradigm comes from the Greek. It was originally a scientific term. And is more commonly used today to mean a model, theory, concept, perception orientation, assumption or frame of reference. In the general sense, is the way “see” the world, not interm of our visual sense of sight, but in term of perceiving, understanding and interpreting. Sedangkan pada tahun 1950-an definisi WHO tentang sehat adalah keadaan sehat sejahtera fisik, mental, sosial dan bukan hanya bebas dari penyakit dan kelemahan. Namun pada tahun 1980-an definisi WHO mengalami perubahan seperti yang tertera dalam UU Kesehatan No. 23/1992 dimana WHO memasukkan unsur hidup produktif sosial dan ekonomi di dalam pengertian tentang sehat. III. PARADIGMA SEHAT Faktor yang mendorong perlu adanya paradigma sehat : a. Pelayanan kesehatan yang berfokus pada pelayanan orang sakit ternyata tidak efektif b. Konsep sehat mengalami perubahan, dimana dalam arti sehata dimasukkan unsur sehat produktif sosial ekonomis. c. Adanya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi ke penyakit kronik degenerative d. Adanya transisi demografi, meningkatnya Lansia yang memerlukan penangan khusus. e. Makin jelasnya pemahaman tentang faktor yang mempengaruhi kesehatan penduduk. Program kesehatan yang menekankan upaya kuratif adalah merupakan “Health program for survival”, sedangkan yang menekankan pada upaya promotif dan preventif merupakan “Health Program for human development”. Paradigma sehat dicanangkan Depkes pada tanggal 15 September 1998. Upaya pelayanan kesehatan yang menekankan upaya kuratif-rehabilitatif kurang menguntungkan karena : a. Melakukan intervensi setelah sakit b. Cenderung berkumpul di tempat yang banyak uang. c. Dari segi ekonomi lebih cost effective d. Melakukan tindakan preventif dari penyakit, agar tidak terserang penyakit. IV. UPAYA KESEHATAN YANG ADA Pemerintah menetapkan upaya kesehatan dalam GBHN tahun 1993 bahwa upaya kesehatan ditujukan pada Sumber Daya Manusia yang berkualitas dengan melakukan pembinaan kesehatan bangsa, yaitu upaya kesehatan jangka panjang yang akan menjamin kemandirian yang lebih besar dan akan meningkatkan ketahanan mental dan fisik penduduk, sehingga menciptakan SDM bangsa Indonesia yang berkualitas. V. KEBIJAKAN KESEHATAN BARU Menteri kesehatan Prof Dr. F.A. Moeloek, menyatakan bahwa Dep Kes akan memperkenalkan paradigma sehat berdasakan Rapat Kerja Komisi VI DPR-RI, tanggal 15 September 1998. VI. KONSEKWENSI/IMPLIKASI DARI PERUBAHAN PARADIGMA Untuk mendukung terselenggaranya paradigma sehat yang berorientasi pada upaya promotif – preventif, proaktif, community-centered, partisipasi aktifdan pemberdayaan masyarakat, maka semua wahana, tenaga dan sarana fasilitas yang ada sekarang perlu dilakukan penyesuaian atau bahkan reformasi baik di pemerintahan pusat maupun daerah. VII. INDIKATOR KESEHATAN WHO menyarankan agar sebagai indikator kesehatan penduduk harus mengacu pada kesehatan positif dan konsep holistik yang terdiir dari 6 hal yaitu : a. Melihat ada tidaknya kelainan pathofisiologis pada seseorang b. Mengukur kemampuan fisik seseorang c. Penilaian atas kesehatan sendiiri d. Indeks Masa Tubuh e. Kesehatan Mental f. Kesehatan spiritual VIII. TENAGA KESEHATAN Tenaga kesehatan pelaksana program paradigma sehat adalah orang-orang yang memiliki kemmapuan, wawasan keterampilan dan ilmu pengetahuan khusus dibidang kesehatan yaitu dokter, dokter gigi, bidan dan perawat. Selain itu dibantu dengan bidang yang terkait dengan masalaha kesehatan antara lain psikiater, psikolog, tenaga sosial dan sarjana kesehatan masyarakat. IX. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang sangat penting adalah bagaimana mengajak dan menggairahkan masyarakat untuk dapat tertarik dan bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri. X. KESEHATAN DAN KOMITMEN POLITIK Apabila kita ingin membangun bangsa Indonesia yang berkualitas maka pembanguna yang semula berorientasi pada GNP growth perlu dirubah menjadi Human Capital Growth : yaitu Health, education dan social security karena ketiga hal ini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. XI. PENUTUP Kesimpulan Paradigma sehat merupakan suatu strategi baru pembangunan kesehatan yang memandang masalah kesehatan sebagai suatu variable kontinyu, direncanakan dalam suatu system desentralisasi, dengan kegiatan pelayanan yang senantiasa bersifat promotif untuk mengentaskan kesehatan masyarkat, oleh tenaga kesehatan professional bersama masyarakat yang partisipatif. Paradigma sehat mempunyai orientasi dimana upaya peningkatan kesehatan masyarakat dititik beratkan pada: 1. Promosi kesehatan, peningkatan vatalitas penduduk yang tidak sakit (85%) agar lebih tahan terhadap penyakit melalui olah raga, fitness dan vitamin. 2. Pencegahan penyakit melalui imunisasi pada ibu hamil, bayi dan anak. 3. Pencegahan pengendalian penanggulangan, pencemaran lingkungan serta perlindungan masyarakat terhadap penganruh buruk (melalui perubahan perilaku). 4. Memberi pengobatan bagi penduduk yang sakit, (15%) melalui pelayanan medis. Saran Demikianlah uraian tentang paradigma sehat. Perubahan paradigma hanya akan terjadi bila diikuti dengan perubahan orientasi para pengambil keputusan, perubahan peraturan perundangan yang mungkin terjadi perubahan pendekatan, pengorganisasian,fasilitas, ketenagaan dan alokasi pembiayaan yang menjadi kunci terjadinya perubahan paradigma baru yaitu paradigma sehat.   PARADIGMA SAKIT Paradigma kejadian penyakit menurut Achmadi, 2005 dapat diuraikan kedalam 3 simpul yaitu : 1. Merupakan sumber penyakit, 2. Komponen lingkungan yang merupakan media transmisi penyakit, 3. penduduk dengan berbagai variabel kependudukan dan simpul penduduk yang dalam keadaan sehat dan sakit setelah mengalami interaksi dengan komponen lingkungan yang mengandung agent penyakit. Penyakit tidak menular tidak disebabkan oleh mikroba. Penyakit-penyakit tidak menular disebabkan oleh berbagai bahan atau komponen lingkungan berupa bahan kimia maupun zat dengan kekuatan fisik. Misalnya penyakit karena keracunan, pestisida, cadmium, timbal, merkuri dan sebagainya . Air raksa ( Hg) atau quicksilver merupakan salah satu bahan kimia yang dapat memajan manusia, mempunyai berat molekul 200,9; berat jenis 13,59 (20/4); titik leleh - 38,88oC dan titik didih 356,7oC. Berwarna keperak-perakan, merupakan cairan berat dan tidak larut dalam asam hidroklorit, larut dalam asam sulfat diatas pendidihan, larut dalam asam nitrat, air, alkohol dan eter (WHO, 1976). Air raksa (Hg) dapat ditemukan dalam berbagai bentuk senyawa kimia dan termasuk logam yang sangat beracun terutama dalam senyawa organik yaitu metil dan etil merkuri. Semua senyawa Hg bersifat untuk makhluk hidup bila memajan manusia dalam jumlah yang cukup dan dalam waktu yang lama. Senyawa Hg akan tersimpan secara permanen di dalam tubuh, yaitu terjadi inhibisi enzym dan kerusakan sel sehingga kerusakan tubuh dapat terjadi secara permanen (WHO, 1976). Mengingat sifatltoksik dan dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh merkuri bersifat permanen, maka perlu diperhatikan paradigma kejadian penyakit karena keracunan merkuri mulai dari sumber pajanan, bentuk senyawa merkuri yang memajan, melalui media apa bahan berbahaya tersebut memajan manusia, bio indikator apa yang dipakai sebagai level pajanan hingga penyakit yang ditimbulkannya. Tulisan ini merupakan hasil kajian terhadap berbagai hasil penelitian pajanan Hg ditinjau dari paradigma kejadian penyakit dengan pendekatan simpul.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar